5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Ini Kronologi Pencariannya
Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda. Mereka diketahui melakukan perjalanan menggunakan speedboat bersama tiga orang lainnya. Hingga informasi terakhir, proses pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena rombongan tersebut melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik. Setelah komunikasi dengan rombongan terputus, pencarian kemudian dilakukan dengan menyisir sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan berkaitan dengan jalur perjalanan mereka.
Lima Jurnalis Hilang Kontak
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut berasal dari sejumlah media. Mereka menjalankan tugas peliputan dan dokumentasi aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kelima jurnalis tersebut adalah:
- M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto ANTARA.
- Ari Basuki, fotografer Merdeka.com.
- Yudistiro Pranoto atau Yudhis, fotografer iNews.
- Firdaus Wadjidi atau Daus, jurnalis Anadolu Agency.
- Donal Husni, jurnalis freelance.
Selain lima jurnalis tersebut, terdapat tiga orang lainnya dalam speedboat, yakni nakhoda, anak buah kapal, dan seorang pemandu. Dengan demikian, total terdapat delapan orang yang menjadi bagian dari rombongan yang sedang dicari.
Rombongan Berangkat dari Carita
Rombongan diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka menggunakan speedboat untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Perjalanan tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan peliputan aktivitas gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda.
Setelah meninggalkan dermaga, rombongan sempat berkomunikasi dengan pihak lain. Informasi mengenai posisi terakhir tersebut kemudian menjadi salah satu bahan penting bagi petugas dalam menentukan wilayah pencarian.
Komunikasi dengan Rombongan Terputus
Komunikasi dengan rombongan kemudian tidak dapat dilakukan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah seorang anggota rombongan sempat memberikan informasi mengenai keberadaan mereka sebelum akhirnya komunikasi terputus.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Setelah menerima informasi, operasi pencarian dan pertolongan mulai dipersiapkan.
Titik komunikasi terakhir menjadi salah satu acuan dalam menentukan area penyisiran. Petugas juga mempertimbangkan jalur perjalanan speedboat serta kondisi perairan di kawasan Selat Sunda.
Tim SAR Mulai Melakukan Pencarian
Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk mencari delapan orang yang berada dalam speedboat tersebut.
Pencarian dilakukan menggunakan sarana laut dengan menyisir wilayah yang dianggap memiliki kemungkinan berkaitan dengan keberadaan rombongan. Sejumlah unsur terkait turut dilibatkan untuk memperluas cakupan operasi.
Dalam pencarian di wilayah perairan, kondisi cuaca, gelombang, arus laut, serta jarak wilayah yang harus disisir menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh petugas.
Pencarian Diperluas ke Perairan Selat Sunda
Karena lokasi kejadian berada di kawasan Selat Sunda, pencarian melibatkan unsur dari wilayah Banten dan Lampung.
Sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan memiliki hubungan dengan rute perjalanan speedboat turut menjadi perhatian. Petugas melakukan penyisiran berdasarkan informasi posisi terakhir dan perkembangan operasi di lapangan.
Perluasan wilayah pencarian dilakukan sebagai bagian dari upaya menemukan seluruh anggota rombongan secepat mungkin.
Gunung Anak Krakatau Menjadi Perhatian dalam Operasi
Pencarian berlangsung di kawasan yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan personel SAR menjadi salah satu pertimbangan penting selama operasi.
Petugas perlu memperhatikan kondisi aktivitas gunung api, cuaca, gelombang, dan arus laut ketika menentukan strategi pencarian.
Dengan kondisi lingkungan yang dapat berubah, pola penyisiran dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.
AJI Ikuti Perkembangan Kasus
Aliansi Jurnalis Independen atau AJI turut mengikuti perkembangan pencarian lima jurnalis tersebut.
AJI berharap kelima jurnalis bersama tiga orang lainnya yang berada dalam speedboat dapat segera ditemukan. Dukungan terhadap proses pencarian juga menjadi perhatian berbagai pihak yang menunggu perkembangan resmi dari petugas.
Informasi mengenai keberadaan rombongan diharapkan dapat diperoleh melalui operasi SAR yang terus dilakukan.
Masyarakat Diminta Tidak Menyebarkan Informasi yang Belum Terverifikasi
Dalam situasi seperti ini, informasi yang beredar di media sosial dapat berkembang dengan cepat. Namun, tidak semua informasi yang beredar telah mendapatkan konfirmasi dari pihak berwenang.
Masyarakat sebaiknya menunggu keterangan resmi dari Basarnas, kepolisian, pemerintah daerah, maupun pihak terkait lainnya sebelum menyebarkan informasi mengenai kondisi para jurnalis dan anggota rombongan.
Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya informasi keliru yang dapat menimbulkan keresahan, terutama bagi keluarga dan rekan kerja para jurnalis.
Pencarian Masih Berlangsung
Hingga informasi terakhir yang tersedia, belum terdapat keterangan resmi yang memastikan keberadaan lima jurnalis dan tiga orang lainnya dalam speedboat tersebut.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan menggunakan berbagai informasi yang telah diperoleh. Wilayah penyisiran dapat diperluas sesuai dengan hasil evaluasi dan perkembangan kondisi di lapangan.
Proses pencarian juga membutuhkan koordinasi antara berbagai unsur yang terlibat agar wilayah yang diperiksa dapat mencakup area yang dianggap memiliki kemungkinan keberadaan rombongan.
Kesimpulan
Kasus 5 jurnalis hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian publik setelah komunikasi dengan rombongan terputus dalam perjalanan melalui perairan Selat Sunda.
Lima jurnalis tersebut berada dalam satu speedboat bersama tiga orang lainnya. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah wilayah perairan berdasarkan informasi mengenai perjalanan dan komunikasi terakhir rombongan.
Hingga informasi terakhir, pencarian masih dilakukan. Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan melalui sumber resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum mendapatkan konfirmasi.
FAQ 5 Jurnalis Hilang Kontak
Siapa saja lima jurnalis yang hilang kontak?
Lima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wadjidi, dan Donal Husni.
Di mana mereka melakukan peliputan?
Mereka melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda untuk menjalankan kegiatan peliputan.
Berapa orang yang berada dalam speedboat?
Total terdapat delapan orang dalam rombongan, terdiri dari lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang terdiri dari unsur awak serta pendamping perjalanan.
Kapan rombongan berangkat?
Rombongan diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Apakah kelima jurnalis sudah ditemukan?
Berdasarkan informasi terakhir yang tersedia, proses pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang lainnya masih berlangsung. Informasi mengenai kondisi mereka sebaiknya menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.


Tim SAR Mulai Melakukan Pencarian



