KALIMANTAN TENGAH — Penampakan langit berwarna kuning hingga merah-oranye di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah ramai dibagikan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terlihat di tengah kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Sejumlah foto dan video yang beredar memperlihatkan suasana permukiman dan jalanan berubah warna. Langit yang biasanya terlihat biru tampak kuning kecokelatan hingga merah-oranye sehingga membuat pemandangan di sejumlah lokasi terlihat berbeda dari kondisi normal.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Warga membagikan kondisi kabut asap yang cukup pekat hingga memengaruhi jarak pandang dan membuat langit terlihat kekuningan.
Di wilayah lain, penampakan langit merah-oranye juga dilaporkan terlihat di kawasan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau. Rekaman warga memperlihatkan cahaya matahari tampak kemerahan di balik lapisan asap.
(Sumber: laporan warga melalui media sosial, Infokalteng)
Langit Berubah Warna di Tengah Kabut Asap
Penampakan langit tersebut bukan sekadar perubahan warna langit yang berdiri sendiri. Kondisi atmosfer di Kalimantan Tengah saat ini memang sedang mendapat perhatian karena aktivitas karhutla dan kabut asap.
BMKG sebelumnya melaporkan bahwa kondisi atmosfer yang relatif kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta meluasnya kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan pemantauan satelit pada 7 hingga 16 September 2026, Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah titik panas berkepercayaan tinggi terbanyak dalam pemantauan tersebut, yakni sebanyak 3.177 titik.
(Sumber: BMKG)
Warga Barito Utara Bagikan Kondisi Langit yang Menguning
Di Muara Teweh, Barito Utara, sejumlah warga membagikan kondisi langit dan lingkungan sekitar yang berubah menjadi kekuningan akibat pekatnya kabut asap.
Dalam salah satu unggahan yang beredar, warga menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan efek filter kamera. Foto dan video yang dibagikan memperlihatkan jalan serta lingkungan permukiman berada di balik kabut dengan rona kuning yang cukup kuat.
Unggahan mengenai kondisi tersebut kemudian menyebar dan mendapat perhatian luas di media sosial. Sebagian pengguna media sosial membandingkan suasana tersebut dengan pemandangan dalam film atau permainan, meskipun kondisi sebenarnya berkaitan dengan kabut asap di wilayah tersebut.
(Sumber: Ruang Harian, berdasarkan unggahan warga di Threads)
Kenapa Langit Bisa Terlihat Kuning atau Merah?
Perubahan warna yang terlihat pada langit dapat terjadi ketika cahaya matahari melewati atmosfer yang mengandung banyak partikel. Dalam kondisi kabut asap yang pekat, partikel di udara dapat memengaruhi bagaimana cahaya matahari tersebar dan diteruskan ke permukaan.
Akibatnya, cahaya yang sampai ke mata dapat terlihat memiliki rona kuning, jingga, atau merah, terutama ketika konsentrasi partikel di udara tinggi.
Karena itu, warna langit dalam rekaman warga tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya fenomena astronomi atau kejadian luar biasa lainnya. Kondisi atmosfer dan keberadaan partikel asap merupakan faktor yang perlu diperhatikan ketika menjelaskan fenomena tersebut.
Kalteng Masih Dalam Status Tanggap Darurat Karhutla
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla. Status tersebut mulai berlaku sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026.
Penetapan status tersebut dilakukan ketika aktivitas kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian di berbagai wilayah Kalteng.
(Sumber: ANTARA)
Ribuan Hektare Lahan Terbakar di Palangka Raya
Di Kota Palangka Raya, data BPBD menunjukkan skala kebakaran lahan yang cukup besar. Dalam periode 1 Juni hingga 16 September 2026, tercatat 567 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 1.201,15 hektare.
Kebakaran tersebar di lima kecamatan. BPBD Palangka Raya menyebut penanganan terus dilakukan, terutama pada kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik lebih sulit dipadamkan.
Data tersebut menunjukkan bahwa perubahan kondisi langit dan kabut asap yang terlihat warga berlangsung dalam konteks persoalan karhutla yang memang sedang ditangani pemerintah di Kalimantan Tengah.
(Sumber: ANTARA)
BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Kalteng
Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah juga melibatkan pemerintah pusat. BNPB sebelumnya menyatakan operasi modifikasi cuaca di wilayah Kalteng dan sekitarnya akan dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu penanganan karhutla.
Operasi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya penanganan kebakaran bersama dengan operasi darat dan dukungan udara.
BMKG juga mencatat adanya operasi modifikasi cuaca untuk pembasahan gambut dan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada September 2026.
(Sumber: BNPB dan BMKG)
Kabut Asap Perlu Diwaspadai
Selain mengubah tampilan langit, kabut asap dapat berdampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang. BMKG mengingatkan bahwa kabut asap akibat karhutla dapat memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta aktivitas transportasi di wilayah yang terdampak.
Masyarakat yang berada di kawasan dengan kabut asap pekat perlu memperhatikan informasi kualitas udara dan imbauan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Ketika jarak pandang menurun, pengguna kendaraan juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan.
Fenomena Langit Kalteng Jadi Perhatian di Media Sosial
Penampakan langit kuning hingga merah-oranye tersebut akhirnya menjadi perhatian luas setelah dokumentasi warga tersebar di media sosial.
Meski terlihat tidak biasa, kondisi tersebut sebaiknya tidak dikaitkan dengan informasi yang belum terverifikasi. Berdasarkan data pemerintah, Kalimantan Tengah memang sedang menghadapi kondisi karhutla dan kabut asap, sementara kondisi atmosfer yang kering turut meningkatkan risiko kebakaran.
Dengan demikian, perubahan warna langit yang terlihat dalam sejumlah rekaman warga dapat dilihat dalam konteks kondisi atmosfer dan kabut asap yang sedang terjadi di wilayah tersebut.
Perkembangan penanganan karhutla dan kondisi kualitas udara di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.
Sumber: BMKG, BNPB, ANTARA, BPBD Palangka Raya, serta laporan warga yang beredar di media sosial.
