Beranda / News / Viral Pegawai SPPG Bantul Diduga Ejek Korban Keracunan MBG, BGN Beri Teguran

Viral Pegawai SPPG Bantul Diduga Ejek Korban Keracunan MBG, BGN Beri Teguran

BANTUL — Video seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi perhatian setelah beredar di media sosial. Pegawai tersebut diduga membuat pernyataan yang dianggap mengolok-olok korban dugaan masalah keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.

Badan Gizi Nasional (BGN) DIY membenarkan bahwa pria yang muncul dalam video tersebut merupakan pegawai SPPG di wilayah Dlingo, Kabupaten Bantul. BGN DIY kemudian melakukan klarifikasi dan memberikan teguran kepada pegawai tersebut serta SPPG yang bersangkutan.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menyampaikan bahwa pihaknya prihatin apabila terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak masalah keamanan pangan.

(Sumber: ANTARA)

Video Pegawai SPPG Bantul Viral di Media Sosial

Video yang menjadi sorotan tersebut memperlihatkan seorang pria yang sedang mengonsumsi makanan. Dalam video yang beredar, terdapat pernyataan yang oleh sejumlah pihak dinilai berkaitan dengan kejadian dugaan keracunan MBG yang menimpa penerima manfaat di Karo.

Video tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memicu perhatian warganet. Sejumlah unggahan mempertanyakan sikap yang ditampilkan dalam video tersebut, terutama karena berkaitan dengan masyarakat yang sedang menghadapi persoalan keamanan pangan.

Namun, konteks video dan maksud pembuatnya tetap perlu dilihat berdasarkan hasil klarifikasi dan pemeriksaan. Karena itu, informasi mengenai dugaan tersebut perlu disampaikan secara hati-hati tanpa mengambil kesimpulan di luar keterangan resmi.

BGN DIY Benarkan Pegawai dalam Video

Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko membenarkan bahwa pria dalam video tersebut merupakan pegawai SPPG di Dlingo, Bantul.

Menurut keterangan BGN DIY, yang bersangkutan menjabat sebagai pengawas keuangan SPPG. BGN DIY juga telah melakukan klarifikasi terhadap pegawai tersebut menyusul munculnya video yang viral.

Setelah proses klarifikasi, BGN DIY memberikan teguran kepada pegawai tersebut dan SPPG yang bersangkutan.

(Sumber: ANTARA, detikJogja)

BGN Tekankan Pentingnya Empati

BGN DIY menyayangkan apabila terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak masalah keamanan pangan.

Menurut Wirandita, persoalan yang berkaitan dengan keamanan pangan dan penerima manfaat harus disikapi secara serius. Ia menekankan pentingnya kemanusiaan, empati, sensitivitas, serta sikap saling menghormati.

BGN DIY juga mengingatkan agar kejadian yang dialami penerima manfaat tidak dijadikan bahan candaan, olok-olok, ataupun komentar yang berpotensi melukai pihak yang sedang menghadapi kondisi sulit.

(Sumber: ANTARA)

Jajaran SPPG Diminta Menjaga Etika di Media Sosial

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi jajaran SPPG mengenai pentingnya menjaga komunikasi di ruang publik, termasuk melalui media sosial.

BGN DIY meminta seluruh personel SPPG, mulai dari koordinator hingga pengawas dan petugas lainnya, memperhatikan etika ketika menyampaikan pendapat di media sosial.

Menurut BGN DIY, pernyataan yang dibuat di ruang digital dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan persoalan baru apabila tidak mempertimbangkan situasi masyarakat yang menjadi pihak terkait.

Karena itu, setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan seharusnya menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk memperbaiki pelayanan.

BGN Minta Kejadian Keamanan Pangan Disikapi Serius

Selain persoalan komunikasi, BGN DIY kembali menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam penyelenggaraan SPPG.

Setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan perlu mendapatkan perhatian serius. BGN juga mendorong seluruh jajaran SPPG untuk terus memperkuat tata kelola serta memastikan pelayanan kepada penerima manfaat berjalan sesuai ketentuan.

Dalam konteks video yang viral tersebut, BGN DIY menyatakan telah mengambil langkah berupa klarifikasi dan teguran kepada pegawai serta SPPG yang bersangkutan.

(Sumber: ANTARA)

BGN Hormati Proses Pemeriksaan

BGN DIY juga mengingatkan agar masyarakat maupun pihak yang terlibat tidak mendahului proses pemeriksaan dan pembuktian dalam setiap persoalan yang berkaitan dengan keamanan pangan.

Penggunaan istilah seperti dugaan dan informasi awal diperlukan selama proses verifikasi belum selesai. Hal tersebut penting agar informasi yang beredar di masyarakat tidak berkembang menjadi kesimpulan yang belum didukung fakta.

Untuk kasus video pegawai SPPG Bantul, langkah yang telah dikonfirmasi secara resmi adalah klarifikasi serta pemberian teguran kepada pegawai dan SPPG yang bersangkutan.

Video Viral Jadi Perhatian Publik

Beredarnya video tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas di media sosial dapat dengan cepat menjadi perhatian publik, terlebih ketika berkaitan dengan program yang menyangkut masyarakat luas seperti MBG.

BGN DIY berharap seluruh jajaran SPPG dapat menjadikan kejadian tersebut sebagai pembelajaran, terutama dalam menjaga etika komunikasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Program MBG sendiri melibatkan banyak pihak dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Karena itu, selain memastikan makanan memenuhi standar yang ditetapkan, komunikasi dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Hingga berita ini ditulis, BGN DIY telah menyampaikan bahwa pegawai yang berada dalam video telah diklarifikasi dan teguran telah diberikan kepada yang bersangkutan serta SPPG terkait.

Sumber: ANTARA News Yogyakarta dan detikJogja.

Tag:

Tinggalkan Balasan