Browse By

Warga Kalangan Menengah Kebawah Cenderung Lebih Banyak Konsumsi Garam

Sharing!

Ilustrasi warga kalangan menengah ke bawah (Foto:politicawave)

Pengamatan baru menyatakan bahwa warga kalangan menengah kebawah lebih cenderung mengonsumsi garam secara berlebih. Mengapa seperti itu?

Sebuah pengamatan baru dari Inggris menyatakan bahwa orang-orang berpenghasilan rendah cenderung lebih tinggi mengonsumsi asupan garam. Masalahnya, mengonsumsi garam dengan kadar yang tinggi dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit hipertensi, obesitas, dan gagal ginjal.

Hal tersebut dibenarkan dan didukung dengan data penelitian yang dilakukan oleh British National Diet and Nutrition. Penelitian dilakukan pada 2.105 pria dan wanita dengan membandingkan asupan garam pada orang-orang ekonomi menengah ke bawah. Hasil menunjukkan bahwa orang-orang yang kurang berkecukupan mengonsumsi asupan garam lebih tinggi.

“Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang-orang dengan pendapatan rendah dapat berpeluang terkena penyakit hipertensi, stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal,” kata Profesor Francesco Cappuccio, Direktur Pusat Kolaborasi WHO, sebagaimana dilansir MedicalDaily, Jumat 11 Januari 2013.

Selain itu, Institute of Medicine (IOM) mengatakan bahwa mengurangi asupan garam dapat menurunkan 100.000 jiwa orang penderita penyakit hipertensi, stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal di Amerika setiap tahunnya. IOM juga menambahkan, asupan garam yang baik untuk dikonsumsi adalah sekitar satu sendok teh garam dalam sehari.

banneracai TANAH WAKAF

“Harga diet garam cenderung tidak dapat dijangkau oleh mereka yang berpendapatan kurang. Untuk dapat mengurangi penyakit tersebut, pemerintah harus menurunkan harga diet garam,” tutup Profesor Cappuccio.(chy)

Facebook Comments

Sharing!

%d bloggers like this: