PT. Sarwo Sebagai Pengelola Perumahan Digugat Konsumen

Perumahan
Perumahan

Terdafatar di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, DIY, Puluhan konsumen perumahan PT. Sarwo menggugat pengembang perumahan tersebut. Alasan dilayangkannya gugatan karena mereka menolak masuk tanah perumahan yang mereka beli dalam harta milik perusahaan pengembangan perumahaan.

Konsumen Perumahan Muslim Darussalam III, Merapi Regency, dan Nandan Regency merupakan konsumen yang menggugat dengan tuntuan supaya rumah yang telah diberli dikeluarkan dari harta pailit, seperti yang dikatan RM Said, salah satu perwakilan konsumen.

Bambang Sudarwanto, selaku Direktur PT Sarwo Indah, Bank Mandiri cabang Yogyakarta dan dua orang tim curator PT Sarwo Indah, yakni Tutut Rokhyatun dan Wahyudin mendapatkan gugatan. ”Ada sekitar 40 pembeli rumah yang menggugat dan ini mewakili konsumen lain,” ujar Said di PN Sleman, kemarin.

RM Said, selaku konsumen Perumahan Merapi Regency, mengatakan, merupakan sebuah kerugian konsumen dengan dimasukkannya tanah perumahan dalam harta pailit milik PT Sarwo Indah. Rata-rata konsumen sudah membayar 50% dari harga rumah yang dijual, dan sisanya dibayarkan setelah mendapatkan sertifikat.

”Kita sudah bayar dan tinggal menunggu kewajiban PT Sarwo Indah untuk mengeluarkan sertifikat, tapi ternyata perumahan dimasukkan dalam harta pailit,” paparnya.

Jaka Sarwanto, Kuasa hukum konsumen perumahan yang melakukan gugatan ke PN Sleman mempertayanakan landasan dasar yang dijadikan tanah perumahan menjadi harta milik PT. Sarwo Indah.Sampai sejauh ini belum ada konfirmasi penetapan harta pailit dan non-harta pailit di Pengadilan Niaga Semarang.

”Konsumen menggugat ini berdasarkan kepemilikan dari transaksi jual beli,dan itu dilakukan sebelum PT Sarwo Indah mempunyai masalah dengan pihak Bank Mandiri,” paparnya. Sidang gugatan sengketa kepemilikan tanahpun harus diundur satu bulan mendatang,karena ketiga orang yang menjadi tergugat tidak hadir dalam persidangan. (Apz)

Tinggalkan Balasan