Perokok Pasif Meninggal Karena Jantung dan Kanker Paru

Ilustrasi Perokok Pasif (foto:tempo)
Ilustrasi Perokok Pasif (foto:tempo)

Orang yang kecanduan rokok akan lebih banyak meninggal karena paru-paru dan sistem pernafasan yang rusak. Tetapi yang paling dirugikan kesehatannya adalah perokok pasif atau orang yang bukan perokok namun sering terkena asap rokok. Penelitian dalam waktu 17 tahun yang telah dilakukan menyatakan orang dewasa yang tinggal dan bekerja di lingkungan bebas asap rokok dan terkena asap rokok cenderung cepat meninggal karena jantung atau kanker paru-paru.

Perokok pasif cenderung mati karena stroke/emfisema paru meskipun kedua penyakit ini mempunyai relevansi relative lemah pada perokok pasif. Meskipun hasil ini belum membuktikan jika asap rokok adalah penyebab utamanya, tapi peneliti dapat memperhitungkan faktor yang lain seperti umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, tekanan darah dan kadar kolestrol dari perokok pasif. Tim peneliti mengatakan bahwa ada hubungan antara perokok pasif dan kematian.

Joanna Cohen juga berkomentar bahwa penelitian ini memberikan bukti hubungan “respon dan dosis” artinya tingkat kematian seseorang meningkat seiring dengan meningkatnya paparan asap rokok. Ia juga menambahkan bukti kurang cukup kuat untuk menyimpulkan hubungan tersebut. Hasil ini berdasarkan pada 910 orang dewasa hampir dua dekade. Tahun pertama 44% menyatakan tinggal dengan perokok dan 53% lainnya perokok pasif di tempat kerja.

Kemudian tahun berikutnya, 249 responden telah meninggal dan ditemukan risiko kematian karena jantung, stroke, kanker paru-paru dan emfisema lebih tinggi 2-3 kali pada partisipan yang terkena asap rokok. Penelitian ini menyatakan bahwa orang meninggal karena penyebab tersebut sangat kecil sehingga sulit untuk diperkirakan. Dari hasil studi yang telah dipublikasikan mendapat bukti nyata jika perokok pasif berisiko lebih tinggi tidak hanya penyakit jantung dan kanker tertentu namun juga penyakit stroke dan emfisema. (chy)

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.