Penyelundupan Sabu Senilai Rp2 Miliar ke Aceh dari India Gagal

Ilustrasi Penyelundupan
Ilustrasi Penyelundupan (Foto:merdeka)

Sabu-sabu yang diselundupkan dalam bentuk paket kiriman pos luar negeri tersebut berhasil disita oleh pihak Bea Cukai Banda Aceh. Penyelundupan sabu-sabu seberat 993 gram, senilai Rp2 miliar dengan inisial pelaku RM (20) tersebut berhasil ditangkap saat hendak mengambil paket yang dititipkan di Kantor Pos Banda Aceh.

“Kami menjebak pelaku dengan cara menunggu pelaku mengambil barang haram tersebut,” ucap Beni Novri, yang merupakan Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh kepada para wartawan, Rabu, 16 Januari 2013.

Menurut Beni Novri, paket sabu tersebut berhasil disita dari kecurigaan petugas. Paket dikirim dalam kardus yang didalamnya berisi 10 paket kecil sabu-sabu yang dibalut rapi dengan kertas karton yang dikemas seperti undangan. Kemudian ditimpa dengan gulungan renda dan aksesoris perempuan. “Kecurigaan timbul dari berat barang yang hanya berupa gulungan renda yang seharusnya ringan, namun mempunyai berat yang tidak wajar,” ucap Beni.

Paket yang bernomer resi CP014096879IN tersebut, sudah tiba di Kantor Pos Banda Aceh sejak 11 Januari 2013, sekitar pukul 14:00 WIB. Pada luar paketan tersebut tertulis dengan nama pengirim Mark Lawrence dengan alamat Mumbai, India. Sedangkan nama penerimanya adalah Yeni Triyana, alamat Jalan Pendidikan, Meuraxa, Banda Aceh. Nama dan alamat ini fiktif. “Nama tersebut hanyalah palsu, dan alamatnya telah kami cari juga tidak ditemukan,” sebut Beni.

Dari pemeriksaan X-Ray dan fisik ditemukan dalam paket tersebut ada bubuk kristal. Setelah dilakukannya pemeriksaan sampel di Laboraturium Bea Cukai Medan, Sumatra Utara, ternyata kristal putih tersebut positif merupakan methamphetamine atau sabu-sabu.

Petugas langsung meringkus RM yang masih tercatat sebagai Mahasiswa sebuah perguruan Tinggi Negeri di Banda Aceh. Saat mendatangi Kantor Pos lalu Bea uuntuk mengambil barang tersebut. Perempuan berinisial R yang sebenarnya merupakan pacar RM ikut serta diamankan saat menemani pelaku. “Kami akan mempelajari sejauh mana keterlibatan R, namun sejauh ini pelakunya baru satu. Pelaku dan barang bukti kami serahkan ke Polda Aceh,” ucap Beni.

Untuk mencegah terjadi masuknya kembali narkoba dengan modus paket kiriman, pihaknya berencana menambah personil di Pos Lalu Bea Banda Aceh serta akan memasang pemindai X-Ray.

Kepada para petugas, RM mengaku bahwasannya ia mengambil barang tersebut atas suruhan seseorang. Namun dia mengakui jika hal ini merupakan kali keduanya barang haram tersebut dikirim. “Yang pertama lolos, mungkin petugas tidak mencurigai hal tersebut,” Kata Direktorat Narkoba Polda Aceh, Kombes Dedi Prasetyo.

Menerut Dedi, ini merupakan modus baru yang digunakan oleh pelaku untuk menyelundupkan narkoba ke Aceh. “Kami akan kembangkan kasus ini dari penangkapan ini kepada pemilik barang, dan mudah-mudahan cepat terungkap,” sambungnya kembali.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 102 huruf (e) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dan pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara minimal enam tahun maksimal 20 tahun dan pidana denda minimal Rp1 milyar maksimal Rp10 milyar. Dengan keberhasilan penanangkapan dan penyitaan sabu-sabu seberat 993 gram ini, diperkirakan 10.500 jiwa anak bangsa terselamatkan dari bahayanya narkoba. (apz)

Tinggalkan Balasan