Pelemahan Rupiah Pengaruhi Pasar Perkantoran di CBD

kawasan CBD (Foto:okezone)
kawasan CBD (Foto:okezone)

Pada kuartal III tahun 2013, terjadi penurunan penyerapan ruang kantor yang berlokasi di kawasan CBD (Central Business Distric). Berdasarkan data yang diperoleh, bahwa terjadi penurunan dari 93 ribu meter persegi menjadi 61 ribu meter persegi.

Kamis, 17 Oktober 2013, Angela Wibawa selaku Head Markets Jones Lang LaSalle, mengatakan bahwa penyerapan yang terjadi pada kuartal III tahun 2013 mencapai 39 ribu meter persegi. Meskipun begitu, permintaan untuk wilayah non-CBD tetap dalam kondisi stabil.

Bersamaan dengan terjadinya penurunan angka penyerapan, terjadi kestabilan perlahan-lahan untuk harga sewa. Terjadinya kenaikan angka rata-rata biaya sewa yang sebelumnya terjadi disebabkan terjadinya pelonjakan nilai tukar dolar terhadap rupiah. Hal tersebut mempengaruhi biaya sewa tenant-tenant yang menggunakan rate dollar.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Chusman and Wakefield, setelah terjadi pertumbuhan yang sangat pesat dalam kurun waktu 6 bulan terakhir ini, harga sewa rata-rata tergolong stabil pada kuartal III di tahun ini.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar mengakibatkan terjadinya peningkatan harga sewa kotor sebesar 6,2% menjadi Rp 280.900/meter persegi per bulan. Harga sewa kotor sebaiknya mengalami penurunan sebanyak 5% menjadi USD 25,30/meter persegi per bulan.

Arief Rahardjo selaku Head of Research and Advisory Chusman and Wakefield, mengatakan bahwa diperkirakan para pemilik gedung perkantoran tidak akan menaikkan harga sewa lagi pada kuartal terakhir di tahun ini. Hal tersebut akan terjadi karena mengingat sebagian besar pemilik gedung perkantoran kawasan CBD sudah melakukan penyesuaian yang cukup signifikan dalam 12 bulan terakhir.(chy.rj)

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.