Browse By

Membiarkan Tempat Maksiat, Polisi Bisa Saja Kena Sanksi

Sharing!

Gambar Polisi Republik Indonesia

Gambar Polisi Republik Indonesia

Kepolisian Indonesia terus berbenah diri, menyusul dengan banyaknya aksi main hakim sendiri oleh para massa dari ormas-ormas tertentu pada pelaku dunia usaha yang menyediakan tempat-tempat hiburan malam, terutama pada bulan Ramadan.

Seperti yang dilansir okezone, kata seorang Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. yakni Ronny F Sompie kepada para awak media di Gedung Humas Polri, Jakarta, Pada hari Selasa 22 Juli 2013.Dia mengatakan bahwa Kepada semua pihak yang mempunyai informasi mengenai tempat-tempat perjudian, prostitusi, atau pun pesta minuman keras disarankan untuk membuat laporan dan tidak melakukan sebuah aksi kekerasan atau sweeping.

Kapolri juga menghimbau agar organisasi masyarakat dapat memberikan informasi atau memberikan data, lokasi dan juga tempat yang masih melakukan kegiatan maksiat atau melanggar hukum.

Guna menjamin akan efektifitasnya skema tersebut, ditegaskan juga bahwa aparat polisi yang sudah mendapat laporan akan tetapi melakukan pembiaran nantinya akan mendapatkan sanksi tegas. Ronny F Sompie mencontohkan,Jika saja Kapolsek Sukorejo membiarkan, laporkanlah ke Kapolres Kendal, dan jika saja ternyata Kapolres Kendal juga membiarkan maka laporkan ke Kapolda.

banneracai TANAH WAKAF

Jenderal Polisi Bintang Dua itu juga menambahkan, bahwa pihaknya tak akan melakukan pembiaran praktek prostitusi ataupun praktek penjualan minuman keras yang dilakukan secara ilegal seperti halnya yang ada Alaska, Kendal, Jawa Tengah. Karena, lokalisasi-lokasi tersebut sudah ditutup sebelum adanya aksi sweeping oleh Front Pembela Islam Atau FPI. (chy)

Facebook Comments

Sharing!

%d bloggers like this: