Indonesia Telat Dibanding Thailand Akan Seni Ukir Buah Dan Sayuran

Kuliner bukanlah hanya sekedar menyajikan makanan dan minuman yang enak, namun carving juga penting untuk dunia kuliner. Carving merupakan ukiran buah dengan cara berkreasi yang sudah ada sejak lama. Sehingga carving mengalami masa padam karena sebagian orang masih kurang memahaminya.

Seni Ukir Buah (foto:kerok-espada)
Seni Ukir Buah (foto:kerok-espada)

Vindex Tengkker, Executive Chef Dharmawangsa Hotel mengatakan jika dalam dunia kuliner istilah carving atau seni ukir buah sudah ada sejak lama. Namun di Indonesia sendiri memang masih banyak orang yang belum mengetahui dengan istilah tersebut. Beda halnya dengan tenarnya makanan ataupun minuman. Diakuinya, jika Negara Indonesia memang kalah dengan Negara Thailand. Negara yang dikenal dengan gajah putihnya itu telah mengembangkan dunia carving sejak lama sehingga prosescarving telah dikenal sejak zaman Loi Kratong, salah satu hamba Raja Thailand yang biasa disebut dengan Nang Noppamart.

Vindex juga mengatakan, jika Negara Thailand telah menggali ide bagaimana dapat membahagiakan sang Raja. Dengan mengambil sebatang bunga, kemudian diukir menjadi seekor burung yang diiatur dengan kepala menuju kea rah bunga. Telah tersebar banyak juga di Negara Thailand mengenai pendidikan carving makanan, seperti buah-buahan dan sayuran.

Selain itu, Negara Thailand juga telah banyak menjual peralatan carving buah sehingga orang tidak sulit untuk mendapatkannya. Sedangkan bagi Negara Indonesia, untuk membentuk menggunakan satu pisau untuk carving saja, chef harus membuatnya sendiri sehingga orang sulit untuk mempelajarinya. (chy)

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.