Browse By

Hikam : Loyalis Anas Lebay dan Norak

Sharing!

loyalis anas (foto:okezone)

Para Loyalis Anas yang tergabung dalam ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia atau PPI berencana untuk melaporkan perlakuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK pada Anas Urbaningrum ke Komnas HAM. Laporan yang akan dilakukan tersebut, perihal sikap dari KPK yang menolak makanan dan juga minuman dari luar yang diperuntukan Anas selama dia dalam tahanan.

Akan tetapi, langkah yang diambil para loyalis Anas tersebut dinilai malah blunder. “Harusnya kalau ada kekhawatiran Anas akan diracun, loyalis Anas justru harus meminta pengamanan ekstra ke KPK, bukannya mencurigai KPK. Cara-cara ini tidak elegan” kata seorang pengamat politik AS Hikam, seperti yang dilansir okezone, Pada hari Minggu 12 Janurari 2014.

Hikam juga mengungkapkan, taktik dari pendukung Anas Urbaningrum yang selalu ingin tampil dalam perhatian awak media dan ingin meraup simpati publik, dinilainya cenderung lebay dan norak. “Makin lebay dan norak. Simak saja kerewelan Ma’mun Murod dkk dalam menggoreng isu makanan untuk Anas” Lanjut Ujar Hikam.

Padahal, Masih menurut Hikam, KPK melakukan itu menggunakan prosedur tetap yang ada dan juga sudah berlaku bagi semua tahanan KPK, yakni hanya pada hari tertentu, seorang tahanan bisa menikmati makanan dari kiriman keluarga atau pun dari pengunjung. “Apa alasan Ma’mun soal makanan ini? Sangat tidak bermutu, yaitu takut makanan dari KPK ada racunnya. Politik harus berprasangka buruk (su’udzhon). Kalau logika jeblok ini diikuti, jangan-jangan nanti kalau seprei Anas warnanya tidak cocok dengan seleranya atau kemauan keluarganya, bisa dilaporkan karena melanggar HAM” Hikam mengatakan.

banneracai TANAH WAKAF

Mantan dari Menristek itu lanjut menambahkan, mencurigai Anas Urbaningrum diracun dalam penjara milik KPK juga dinilai tidak masuk akal. “Belum pernah ada kasus peracunan terhadap tahanan KPK. Lalu, bagaimana seandainya KPK melaporkan Loyalis Anas ke Polri dengan alasan pencemaran nama baik lembaga? Walhasil, kampanye membela Anas yang lebay dan norak seperti ini, mungkin membuat publik muak. Alih-alih simpati terhadap Anas makin naik, justru yang tumbuh dan marak adalah antipati dan kemuakan,” tutup Hikam.

Facebook Comments

Sharing!

%d bloggers like this: