Browse By

Empat kota pintar di dunia Bagian 1

Sharing!

Istilah kota pintar menjadi sangat populer untuk saat ini, apa sebenarnya makna kota pintar ini? Seperti dilansir oleh freshome tanggal 12 februari 2013, istilah kota pintar merupakan definisi dari kemampuan kota tersebut dalam memadukan informasi dalam peningkatan kualitas hidup, penghematan energy dan pengurangan sisi negative dari proses kehidupan yang diakibatkan oleh penggunaan teknologi.

Factor-faktor yang harus diperhatikan dalam menciptakan kota pintar adalah perencanaan yang baik dan keberlanjutannya di masa yang akan datang. Berikut dua diantara Empat kota pintar di dunia:

San Francisco (Foto:mcmanuslab)

San Francisco (Foto:mcmanuslab)

1. kota San Francisco
San francisco menjadi kota pertama terbaik di amerika sebagai tempat tinggal dikarenakan beberapa hal diantaranya pertumbuhan hingga 130 % dalam dekade terdekat saat ini, mampu mengurangi dampak karbon, dan pembaharuan energy sampai 41%.

Kota ini menyediakan fasilitas infrastruktur terbaik menjangkau semua warga mulai dari bus dan kereta yang mengunakan listrik dengan 110 stasiun pengisian daya. Kota dengan kenyamanan bagi pesepeda motor, pesepeda, dan pejalan kaki dan juga menyediakan fasilitas bagi tunanetra menikmati fasilitas umum.

San Francisco merencanakan zero waste yang ditargetkan pada tahun 2020, dan untuk mendukung perencanaan ini kota tersebut telah menyediakan system daur ulang hingga 80 % untuk pengalihan limbah.

Amsterdam (Foto:disfrutaamsterdam)

Amsterdam (Foto:disfrutaamsterdam)

2. kota Amsterdam
Amsterdam adalah kota pencanang go green city bekerja sama dengan perusahaan besar dan kecil seperti Philips, cisco, IBM, untuk menciptakan kota berteknologi smart.

Program go green city kota Amsterdam misalnya climate street dengan mengunakan teknologi canggih dalam pengumpulan sampah dengan nonpolluting electric trucks, tempat pemberhentian dan menunggu bus, billboard, dan lampu dengan tenaga surya.

Rumah dan gedung bisnis megunakan system isolasi hemat energy untuk mengurangi pemborosan energy. Konsep dengan system seperti ini telah merambah ke semua daerah di amsterdam.

banneracai TANAH WAKAF

Kota ini telah mengalokasikan biaya dalam hitungan milyaran euro untuk penghematan milyaran euro di masa yang akan datang. Beribu rumah yang telah dipasang dengan peredup lampu yeng bersifat otomatis, otomatisasi tools, perkiraan waktu dengan meteran yang terhubung dengan ponsel, dan lampu LED dengan energy rendah. (chy)

Facebook Comments

Sharing!

%d bloggers like this: