Dinas Kesehatan Razia Jentik Nyamuk DBD

Di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, 2 orang sudah meninggal dunia akibat DBD, menurut Dinas Kesehatan setempat hal ini merupakan kejadian yang luar biasa.

Fatkhul Munir selaku Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Karanganyar menjelaskan bahwa jentik nyamuk di Desa Ngasem sangat tinggi dan berbahaya karena dua orang sudah tewas sejak Desember 2012 lalu.

Dinas Kesehatan Melakukan penyemprotan Nyamuk DBD
Dinas Kesehatan Melakukan penyemprotan Nyamuk DBD

Pada hari Selasa, 15 Januari 2013, Fatkhul mengungkapkan bahwa kejadian ini merupakan kejadian luar biasa, karena sejak Desember 2012 lalu sudah 7 orang yang terserang DBD dan 2 orang diantaranya meninggal dunia.

Sri Rahayu (6 tahun) dan Fatma Nadia Adibah (8 tahun) adalah anak yang menjadi korban DBD hingga meninggal dunia. Dinas Kesehatan setempat gencar menggelar razia jentik nyamuk DBD yang sangat meresahkan warga tersebut agar DBD tidak menelan korban jiwa lagi.

Banyak nyamuk Aedes Aegepty yang bersarang pada gentong-gentong tempat penyimpanan air, maka dari itu, sasaran utama petugas adalah kamar mandi dan tempat penyimpanan air. Banyak jentik-jentik nyamuk aedes aegepty di dalam bak mandi warga. Maka petugas juga memeriksa bak mandi warga dan sekitarnya.

Ibu dari anak yang terserang DBD yang bernama Nurhayati merasa beruntung karena anaknya mendapat penanganan yang cepat dan langsung dibawa ke rumah sakit di Solo untuk mendapatkan perawatan, sehingga anaknya bisa selamat.

Nurhayati menjelaskan bahwa di wilayah tempat dia tinggal tidak pernah ada penyuluhan DBD, jadi walaupun dia selalu menguras bak mandinya, tetapi masih saja selalu ada nyamuk Aedes Aegepty.

Dia menambahkan bahwa belum pernah ada penyuluhan tetapi setelah kejadian ini baru ada penyuluhan. Dan dia juga heran, dia selalu menguras bak mandinya 3 hari sekali, saat di cek tidak ada nyamuk, tetapi besoknya saat di cek lagi ada lagi nyamuk DBD yang datang.

Kandang burung juga tidak luput dari penyuluhan petugas karena tempat minum burung dirasa juga rawan menjadi sarang nyamuk DBD tersebut. Petugas menyarankan agar selalu membersihkan tempat air secara benar dengan menyikat untuk memastikan jika telur dari nyamuk tersebut sudah benar-benar tidak ada. (apz)

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.