Densus Lakukan Pembantaian, Bukan peringkusan

Penggerebekan teroris di tangsel (foto:viva)
Penggerebekan teroris di tangsel (foto:viva)

Banyak pihak yang menyesalkan akan penggerebekan teroris yang telah dilakukan oleh Densus 88 anti teror di Ciputat, Tangerang Selatan beberapa hari yang lalu, dimana pasukan Densus 88 langsung saja menembak mati keenam orang yang terduga teroris.

Seorang Pengamat Terorisme dari Indonesian Crime Analys Forum, Yakni Mustofa B Nahrawardaya bahkan menyebut hal tersebut bukanlah sebuah aksi penggerebakan teroris, melainkan sebuah aksi pembantaian yang dilakukan oleh Densus 88.

Seperti yang dilansir okezone pada hari jumat 3 januari 2014, Mustofa mengatakan hal Ini merupakan pembantaian dan bukanlah sebuah aksi peringkusan. Keyakinannya ini adalah sebuah pembantaian. Kalau saja alasan densus dilawan, itu meruapakan alasan yang cenderung berbohong. Kalau kesemuanya ternyata mati itu yang mencurigakan.

Hal yang membuat Semakin mencurigakan, saat teroris yang diserbu tersebut kesemuanya mati ditembak. Seharusnya Densus 88 membiarkan teroris tersebut hidup demi tujuan untuk dimintai keterangan guna pengembangan kasus lebih lanjut.

Sebagaimana yang telah kita ketahui semua, dipenghujung tahun 2013 lalu ditutup dengan aksi penggrebekan yang dilakukan oleh jajaran Datasemen Khusus antiteror di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam aksi yang terjadi tersebut, ada enam orang kawanan terduga teroris berhasil dilumpuhkan dengan cara ditembak mati. Selain daripada itu, polisi juga kabarnya menemukan sejumlah barang bukti berupa uang senilai Rp200 juta serta laptop dari lokasi penggrebekan yang dilakukan tersebut. (chy)

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.