Home » Top News » Ekonomi » Upah Buruh Murah, Investor Asing Berdatangan Ke Indonesia

Upah Buruh Murah, Investor Asing Berdatangan Ke Indonesia

Thursday, March 21st 2013. | Ekonomi, Top News
Upah Buruh Upah Buruh Murah, Investor Asing Berdatangan Ke Indonesia

Ilustrasi Upah Buruh (Foto:kompas)

Upah buruh di Indonesia memang tergolong paling rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Meski demikian, Telisa Felianti selaku Pengamat Ekonomi mengungkapkan bahwa, meskipun upah buruh di Indonesia tergolong rendah, namun upah buruh di Indonesia masih di atas Vietnam dan Kamboja. “Upah buruh kita di Asean memang paling rendah, tetapi Vietnam dan kamboja lebih rendah dari kita”’ ungkap Telisa kepada Okezone melalui pesan singkatnya di Jakarta, Selasa, 15 Januari 2013.

Telisa menilai bahwa isu upah buruh harus dilihat dari 2 sisi, yaitu persaingan nilai upah dan daya tarik investor yang ingin berinvestasi karena upah buruh di Indonesia yang masih murah. “Di salah satu sisi di era globalisasi, salah satu persaingan dengan biaya rendah adalah upah. Upah yang rendah jadi daya tarik bagi para investor asing”, ungkap Telisa.

Telisa menyatakan bahwa range upah buruh di Vietnam jika dirupiahkan hanya berkisar Rp 500.000 sampai dengan Rp 600.000 saja. Menurutnya bahwa upah di Kamboja bisa lebih rendah dari upah di Vietnam. “Di Kamboja upah buruh bahkan hanya berkisar antara Rp 200.000 sampai dengan Rp 500.000 saja”, ungkap Telisa dengan jelas.

“Memang upah bukan satu-satunya penentu. Jika upah agak tinggi tetapi regulasi dan keamanan terjamin dan tidak ada pungli sebenarnya tidak masalah. Tetapi masalahnya adalah, kita juga belum cukup bagus dalam hal-hal tersebut,” ungkapnya. (apz)

Jika Info ini Bermanfaat Tolong Klik "Like", Dan Beri Komentar Dibawah....